Pariwisata

Pariwisata, Desa Manukaya Bali

Pariwisata

Selamat Datang di Manukaya

Pesona Alam & Warisan Leluhur

Desa Manukaya adalah destinasi yang memadukan keindahan alam, warisan sejarah peninggalan Bali Kuno, dan tradisi agraris yang lestari. Tatanan kehidupan masyarakat kami diikat oleh filosofi Tri Hita Karana, yang selalu menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Mari jelajahi pesona desa kami, mulai dari mata air suci kuno hingga hijaunya persawahan dan perkebunan kopi lokal.

Jelajahi Wisata Desa
Situs Bersejarah

Cagar Budaya & Tempat Suci

Desa Manukaya menjaga dengan baik berbagai peninggalan bersejarah dari era Kerajaan Bali Kuno yang masih berfungsi sebagai pusat kegiatan spiritual hingga saat ini.

Wisata Spiritual

Pura Tirta Empul

Situs suci peninggalan abad ke-10 yang sangat dihormati. Pura ini terkenal dengan kolam pemandian suci yang memiliki puluhan pancoran batu, tempat masyarakat dan wisatawan melakukan ritual penyucian diri (Melukat).

Cagar Budaya Nasional

Pura Pegulingan

Sebuah cagar budaya nasional yang unik karena menampilkan perpaduan harmonis antara arsitektur Hindu dan susunan stupa Buddha, mencerminkan tingginya nilai toleransi beragama sejak masa lampau.

Cagar Budaya

Pura Gumang

Pura kuno yang berlokasi di lingkungan yang masih alami dan diidentifikasi sebagai cagar budaya. Situs bersejarah ini menyimpan beragam peninggalan arkeologis yang bercorak Siwa-Buddha, seperti lingga, Arca Nandi, serta miniatur stupa.

Alam, Budaya & Agrowisata

Nikmati kesejukan alam pedesaan dan kenali lebih dekat kehidupan masyarakat petani di Desa Manukaya.

Ekowisata Sawah Terasering

Hanya beberapa menit dari keramaian pura, Anda bisa menyepi sejenak di kawasan Banjar Mancingan. Nikmati pengalaman berjalan santai (trekking) menyusuri pematang sawah berundak yang hijau sambil menghirup udara pedesaan yang segar dan bertegur sapa dengan petani lokal.

Edukasi Kopi & Perkebunan

Desa Manukaya adalah rumah bagi berbagai kebun kopi lokal. Wisatawan dapat berjalan-jalan di kebun tropis, melihat proses penyangraian kopi secara tradisional menggunakan kayu bakar, dan mencicipi nikmatnya kopi asli langsung dari tempat asalnya.

Panduan Kunjungan ke Desa Manukaya

Akses & Transportasi

  • Dari Pusat Ubud: Jaraknya hanya sekitar 13 km. Anda dapat menggunakan mobil atau sepeda motor sewaan dengan waktu tempuh sekitar 20 hingga 30 menit.
  • Dari Bandara Ngurah Rai: Berjarak sekitar 40 km, dapat dicapai dalam waktu 1,5 hingga 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.

Tata Krama Memasuki Area Pura

  • Pengunjung wajib mengenakan pakaian yang sopan, menggunakan kain panjang (kamen/sarung), dan mengikatkan selendang di pinggang.
  • Bagi yang ingin melakukan ritual mandi suci (Melukat) di Tirta Empul, wajib menggunakan kain basahan khusus untuk menjaga kesopanan.
  • Perempuan yang sedang datang bulan (haid) mohon untuk tidak memasuki pelataran utama pura atau turun ke kolam suci.
  • Mohon untuk selalu menjaga ketenangan dan berbicara dengan sopan selama berada di kawasan suci.